fuad nur arif k
disuatu kegelapan
bintang bersinar terang membantu bulan menerangi malam
disaat makhluk tertidur pulas
ranting daun pepohonanpun bergoyang
bukan karna tiupan angin
tuhan menghela nafas kecewa melihat perilaku manusia
mungkin karna hal sepelepun
berdoa siapa dia
ketika dia dirubungi semut ketakutan
sesekali gonggongan anjing mengganggu
coba rasakan sakit sungguh
ketika harus menghadapi cobaan cinta
disaat pujaan tak mengerti jua
mungkin ini belum akhir dari segalanya
tapi masih meninggalkan pedih dan luka
oh pujaan hati tetap engkau pemotivasi hidupku
motivasi untuk mencapai kesempurnaan masa depam cerah
sesungguhnya bila engkau mengerti
menyesalpun takkan pernah kau sentuh
menulis kata ini disaat resah gelisah memuncak
fatal bila itu rayuan
hening malam membeku dingin tubuhku
aku meratapi apa yang tlah dikorbankan
sakit
Yogyakarta, 28 Maret 2010
